Search Results

Slank’s Gosip Jalanan Lyrics and Al-Amin Nasution

Not long ago, House of Representative via Gayus Lumbuun planned a legal action to one of Indonesian rock bands, Slank. The House of Representatives had been planning legal action against Slank for the lyrics to its song “Gosip Jalanan” (Street Gossip), which implied that Indonesian legislators are venal.
Suddenly they dropped the legal action, after […]

Not long ago, House of Representative via Gayus Lumbuun planned a legal action to one of Indonesian rock bands, Slank. The House of Representatives had been planning legal action against Slank for the lyrics to its song “Gosip Jalanan” (Street Gossip), which implied that Indonesian legislators are venal.

Suddenly they dropped the legal action, after consulting with DPR Chief, Agung Laksono. They dropped this legal action because they will let Indonesian people to judge whether Gosip Jalan lyrics is fact or just a gossip.

And yesterday, we heard one of member of House of Representatives, named Al-Amin Nasution (husband of famous dangdut singer Kristina) caught red-handed by Indonesia’s Anti Corruption Commission (KPK) in Ritz-Carlton Hotel, Jakarta.

Now, all Indonesian people know that Gosip Jalanan not just a gossip anymore but it’s strong and undeniable fact! Anyway, if you come here to find Lirik Lagu Slank Gosip Jalanan, here we goes:

Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau … Kacau balau negaraku ini …

Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara

Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar

Copyright @ Slank

Technorati Tags: , ,

Comments (1)

Tips - How to Become a Successful Online Freelancer [Part II]

On my previous post, I already tell you about tips to become successful freelancer. This article was the second part. This tips was written Indonesian, so if you not native Indonesian, try to grab some dictionaries to translate this article. Here we go, the original article written by Freelancetech.info.
Tips - How to Become a Successful […]

On my previous post, I already tell you about tips to become successful freelancer. This article was the second part. This tips was written Indonesian, so if you not native Indonesian, try to grab some dictionaries to translate this article. Here we go, the original article written by Freelancetech.info.

Tips - How to Become a Successful Online Freelancer #1:

there is some tips and trick for freelace online :

  1. Jangan takut untuk mendaftar disemua freelance online. cari tau kelebihan dan kekurangan masing-masing agensi freelace tersebut.
  2. Karena kamu newbie, jadi jgn terlalu berani untuk bid (lelang) dengan harga tinggi. walaupun kualiatas kamu di indonesia sangat ternama (or jago banget deh)
  3. Bid antara $30-$100 or $100-$300 di GAF begitu pun di RAC, tapi kamu jgn memberikan bid harga tertinggi $100 or $300, kenapa?? karena saingannya kamu itu seluruh dunia (apalagi orang india), mereka (calon klien) belum mengetahui kualitas dirimu, karena kamu belum ada rating or review. saran saya, kamu memberikan bid 1/2 harga, misal $50-$75 or $130-$160.
  4. Raihlah review or rating sebanyak-banyaknya dengan kerja rodi sedikit. nanti kalo rating or review sudah 10, kamu boleh sombong dgn menaikan harga
  5. Berusahalah meminta YM id, MSN id, gtalk id and email for keepntouch
  6. Jangan pernah mengenal lelah untuk ngeBID, bersabar, dan mengetahui selah dari BIDDING
  7. Selalu memberikan PM (Private Message) kepada klien mengenai project tersebut dan selalu berikan penawaran-penawaran kepada calon klien kita
  8. Bila kita mendapat klien jgn lupa kasih mereka report progress, walaupun progress yang kita lakukan belum banyak. toh ini juga progress report
  9. Jangan sampai melewati DEADLINE
  10. Berbaik-baiklah kepada calon klien or klien, agar mereka menjadi klien tetap kalian. gue sudah mendapat 2 klien tetap. wow its fun

Tips - How to Become a Successful Online Freelancer #2

Alhamdulillah dapat melanjutkan tulisan tips yang ke #2, insyaallah dapat berguna bagi freelance newbie :mrgreen:. oh ya…. thanks bagi Zeusbox yang membagi ilmunya untuk mengetahui tips and trik memilih proyek di site freelance, cool dude..:d

  1. Gunakanlah angka bid yang sifatnya seperti penawaran harga ganjil, seperti $499, $999, $89. hal ini juga dapat menambah peluang kamu untuk mendapatkan suatu project.
  2. Berikanlah Private Message yang bertubi-tubi, agar mereka (klien) mengetahui kamu ada, tapi PM yang dikirim selalu mempunyai kualitas (tidak spam), nanti akan karma sendiri :D
  3. Selalu baik terhadap klien, jangan selalu menanyakan tentang project yang kita kerjakan… misalnya seperti kehidupannya dia, sehat or tidak, bagaimana dengan keluarganya. Semakin dia nyaman dengan kita, semakin baik hubungan maka…kerjaan akan mengalir kepada kita
  4. Apabila kerjaan kamu load (apabila kamu sudah dapat memegang 5-7 project sekaligus), jangan ragu untuk outsourcing ke temen-temen kamu yang mempunyai potensi yang baik. karena jangan sampai kita mengecewakan klien (dari kualitas hasil dan waktu)
  5. Selalu bertukar pikiranlah untuk mengasilkan kualitas yang baik, tapi jangan sampai kamu terbawa arus olehnya…yang nantinya akan timbul revisi-revisi yang tidak diinginkan
  6. Jangan jadikanlah Freelance online agent ini sebagai pegangan hidupmu, kenapa? karena secara tidak langsung kamu akan dirugikan oleh potongan2 dan tidak membuat dirimu mandiri untuk menjadi freelance sejati (halah… apasih? :D), jadi diusahakan di freelance online agent hanya sebagai tempat mengumpulkan banyak teman (yang pasti bisnis, bukan temen main) dengan jangka panjang long term relationship. alhamdulillah saat ini banyak klien yang mengajak aku untuk project lanjutan tanpa menggunakan freelance online agent
  7. Say hey to your old client. basa basi untuk long term project, bisa melalui Yahoo messanger, email, or skype
  8. Jangan buat dirimu jenuh dengan load pekerjaan yang menumpuk, usahakan punya planning untuk VACATION and DONT DISTURB BY YOUR CLIENT
  9. Menabunglah, karena kita tidak tahu sampai kapan kita akan mendapatkan pekerjaan ini. mungkin saja dalam 1-2 kita belum dapat project. so… survive your self and your family :)
  10. Berani menolak pekerjaan, apabila kerjaan kamu sudah mempunyai load yang tinggi atau kamu mempunyai hanya 1 pekerjaan yang diharuskan menghasilkan kualitas yang baik (hal ini mungkin bisa menjadi referensi portfolio yang diandalkan)

Mungkin dengan 10 other tips and trick ini, mampu membuat kamu lebih handal dalam dunia persilatan freelance online. jangan mudah menyerah dan gak perlu takut. karena menurutku pekerjaan ini hanya mempunyai resiko yang kecil dengan hasil yang banyak. lumayan dapur istriku agak mengebul…:mrgreen:

The last, this is a tips from experienced freelancers:

Comments (1)

Online Versus Offline Business - Which One You Choose?

With the invent of internet technology, entrepreneur now have two options of business “nature”, online and offline. Online business - known as e-business too - defined as any kind of sales, services, purchasing or commerce on the Internet. [source]. The other one, offline business, you know it’s like other business which we already know […]

With the invent of internet technology, entrepreneur now have two options of business “nature”, online and offline. Online business - known as e-business too - defined as any kind of sales, services, purchasing or commerce on the Internet. [source]. The other one, offline business, you know it’s like other business which we already know before.

I have good reading resource for you about the comparison of this 2 terms. This article written in Indonesian language, so if you are not Indonesian native, you should prepare your dictionary, or you can find free Indonesian - English translators here.

Bisnis Offline vs Bisnis Online

Beberapa waktu yang lalu aku mencoba berbisnis offline kecil-kecilan. WOW!! Ga menyangka sekeras ini perjuangannya.

BISNIS ONLINE

Sebelum ini, aku selalu berbisnis online, dan bisa dibilang resiko mendekati NOL atau sangat-sangat kecil.
- Pertama karena aku dikit-dikit bisa membuat website sendiri, mulai dari desain hingga programmingnya.
- Kedua karena aku punya usaha hosting dan domain, sehingga harga hosting dan domain bisa dibilang NOL rupiah.
- Ketiga aku mempunyai koneksi internet 24jam dan jelas ada komputer/PC, sehingga aku tidak perlu susah-susah cari koneksi internet.

Dikarenakan ketiga modal tersebut diatas, jadinya setiap ingin membuka asal bisnis online apa aja, modalnya mendekati NOL. Sehingga resiko yang aku tanggung jg sedikit, seandainyapun usaha gagal, aku tinggal beralih ke lain hati.

BISNIS OFFLINE

Namun, untuk berbisnis offline, hmmmm…..
baru bener-bener tersadar, kalau margin untungnya bisa sangat kecil, dan biaya dasar yang harus dikeluarkan untuk modal sangat-sangat besar. Bahkan untuk bisnis kecil-kecilan atau bisnis emperan sekalipun.
Ada beberapa hal yang sangat urgent di bisnis offline:

- pertama, kebutuhan kios atau tempat usaha. Ini harus menyewa, kecuali memang rumah kita berada ditempat strategis. (di bisnis online, kios ini kalau disamakan dengan hosting dan domain, harganya tidak sampai 100 ribu)

- kedua, menggaji pegawai. Jika bisnis online, bahkan tanpa pegawai pun, pelanggan bisa tidak sadar bahwa website kita itu tanpa pegawai, karena sebagian besar operasi berlangsung secara otomatis.

2 hal diatas adalah major problem, tapi masih banyak lagi hal2 minor yang memberatkan di bisnis offline, misalnya

- terbatasnya target pasar
jika di bisnis offline, target pasar hanyalah orang yang dekat dengan kios/tempat usaha. Jika di internet, asal pasar tujuan kita masih mengerti bahasa yang kita pajang di web, maka pasar tersebut bisa kita jadikan target pasar.

- susah untuk bekerja 24 jam
untuk menyediakan layanan 24 jam di bisnis offline, harus menggaji karyawan berlipat-lipat, dan kemungkinan pelanggan yang butuh service kita 24 jam juga ga banyak. Padahal di bisnis online, secara otomatis kita akan menyediakan service 24 jam

- beban biaya listrik, beban biaya telpon, beban biaya pajak
jika di bisnis online, beban tersebut bisa sangat-sangat dikurangi

STUDI KASUS

sebagai studi kasus. Akhir-akhir ini aku membuka 2 bisnis (kecil2an) yang hampir bersamaan:
1. jual beli egold (online)
2. laundry baju (offline)

MODAL

Di jual beli egold, modalku adalah nglembur sekitar 1 minggu membuat website, dan beberapa ratus USD di rekening egold, dan beberapa juta di rekening BCA. Setelah itu, bisa dibilang, dalam sehari aku tidak lebih hanya mengurus tidak lebih dari 1 jam, atau mungkin dibawah 1/2 jam.

Sedangkan untuk laundry baju, aku modal untuk sewa kios kecil bbrp juta, ditambah menggaji karyawan perbulannya, ditambah intensitasku di bisnis ini, bisa menyita lebih dari 3 jam per hari. Selain itu untuk transportasi aku harus beli motor bbrp juta juga.

PROMO

Untuk melakukan promo di bisnis egold aku cukup membooster hasil pencarian di google dan di yahoosearch. Dan, memberpun cukup mengalir.

Untuk melakukan promo di bisnis laundry, aku harus cetak spanduk, buat umbul-umbul, dan juga menyebarkan brosur dan flyer ke berbagai penjuru :D

REKAP

Untuk melakukan rekap keuangan pemasukan dan pengeluaran di bisnis egold, aku cukup melihat dari database, dan semua sudah tertata dengan rapi dan sangat jelas. Uang semua sudah ada direkening BCA, tanpa perlu resiko membawa uang cash.

Untuk melakukan rekap keuangan di bisnis laundry, aku harus datang, dan mencatat rekap harian di buku, dan menghitung ulang. Kemudian uang yang aku terima masih dalam bentuk fisik lembaran, sehingga susah untuk merawat.

HASIL

Untuk hasil dari bisnis tersebut diatas, tidak aku sebutkan disini, karena itukan tergantung dari kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas ku. :D
hehehehehe

yah begitulah gambaran bisnis offline yang baru aku dapat, emang ga saya ungkapkan dengan obyektif, tapi subyektif semata.

PERINGATAN!!

tulisan ini dibuat tanpa pertanggungjawaban, tanpa metode pembanding yang jelas, tanpa rasio tersurvey yang memenuhi standar minimal, dan masih banyak tanpa-tanpa yang lain.
Yang jelas jangan dibuat jadi acuan thesis =)) haha

This quoted article written by Oggix - Juragan Hosting No.1 di Indonesia

Leave a Comment