Online Versus Offline Business - Which One You Choose?
With the invent of internet technology, entrepreneur now have two options of business “nature”, online and offline. Online business - known as e-business too - defined as any kind of sales, services, purchasing or commerce on the Internet. [source]. The other one, offline business, you know it’s like other business which we already know before.
I have good reading resource for you about the comparison of this 2 terms. This article written in Indonesian language, so if you are not Indonesian native, you should prepare your dictionary, or you can find free Indonesian - English translators here.
Bisnis Offline vs Bisnis Online
Beberapa waktu yang lalu aku mencoba berbisnis offline kecil-kecilan. WOW!! Ga menyangka sekeras ini perjuangannya.
BISNIS ONLINE
Sebelum ini, aku selalu berbisnis online, dan bisa dibilang resiko mendekati NOL atau sangat-sangat kecil.
- Pertama karena aku dikit-dikit bisa membuat website sendiri, mulai dari desain hingga programmingnya.
- Kedua karena aku punya usaha hosting dan domain, sehingga harga hosting dan domain bisa dibilang NOL rupiah.
- Ketiga aku mempunyai koneksi internet 24jam dan jelas ada komputer/PC, sehingga aku tidak perlu susah-susah cari koneksi internet.Dikarenakan ketiga modal tersebut diatas, jadinya setiap ingin membuka asal bisnis online apa aja, modalnya mendekati NOL. Sehingga resiko yang aku tanggung jg sedikit, seandainyapun usaha gagal, aku tinggal beralih ke lain hati.
BISNIS OFFLINE
Namun, untuk berbisnis offline, hmmmm…..
baru bener-bener tersadar, kalau margin untungnya bisa sangat kecil, dan biaya dasar yang harus dikeluarkan untuk modal sangat-sangat besar. Bahkan untuk bisnis kecil-kecilan atau bisnis emperan sekalipun.
Ada beberapa hal yang sangat urgent di bisnis offline:- pertama, kebutuhan kios atau tempat usaha. Ini harus menyewa, kecuali memang rumah kita berada ditempat strategis. (di bisnis online, kios ini kalau disamakan dengan hosting dan domain, harganya tidak sampai 100 ribu)
- kedua, menggaji pegawai. Jika bisnis online, bahkan tanpa pegawai pun, pelanggan bisa tidak sadar bahwa website kita itu tanpa pegawai, karena sebagian besar operasi berlangsung secara otomatis.
2 hal diatas adalah major problem, tapi masih banyak lagi hal2 minor yang memberatkan di bisnis offline, misalnya
- terbatasnya target pasar
jika di bisnis offline, target pasar hanyalah orang yang dekat dengan kios/tempat usaha. Jika di internet, asal pasar tujuan kita masih mengerti bahasa yang kita pajang di web, maka pasar tersebut bisa kita jadikan target pasar.- susah untuk bekerja 24 jam
untuk menyediakan layanan 24 jam di bisnis offline, harus menggaji karyawan berlipat-lipat, dan kemungkinan pelanggan yang butuh service kita 24 jam juga ga banyak. Padahal di bisnis online, secara otomatis kita akan menyediakan service 24 jam- beban biaya listrik, beban biaya telpon, beban biaya pajak
jika di bisnis online, beban tersebut bisa sangat-sangat dikurangiSTUDI KASUS
sebagai studi kasus. Akhir-akhir ini aku membuka 2 bisnis (kecil2an) yang hampir bersamaan:
1. jual beli egold (online)
2. laundry baju (offline)MODAL
Di jual beli egold, modalku adalah nglembur sekitar 1 minggu membuat website, dan beberapa ratus USD di rekening egold, dan beberapa juta di rekening BCA. Setelah itu, bisa dibilang, dalam sehari aku tidak lebih hanya mengurus tidak lebih dari 1 jam, atau mungkin dibawah 1/2 jam.
Sedangkan untuk laundry baju, aku modal untuk sewa kios kecil bbrp juta, ditambah menggaji karyawan perbulannya, ditambah intensitasku di bisnis ini, bisa menyita lebih dari 3 jam per hari. Selain itu untuk transportasi aku harus beli motor bbrp juta juga.
PROMO
Untuk melakukan promo di bisnis egold aku cukup membooster hasil pencarian di google dan di yahoosearch. Dan, memberpun cukup mengalir.
Untuk melakukan promo di bisnis laundry, aku harus cetak spanduk, buat umbul-umbul, dan juga menyebarkan brosur dan flyer ke berbagai penjuru
![]()
REKAP
Untuk melakukan rekap keuangan pemasukan dan pengeluaran di bisnis egold, aku cukup melihat dari database, dan semua sudah tertata dengan rapi dan sangat jelas. Uang semua sudah ada direkening BCA, tanpa perlu resiko membawa uang cash.
Untuk melakukan rekap keuangan di bisnis laundry, aku harus datang, dan mencatat rekap harian di buku, dan menghitung ulang. Kemudian uang yang aku terima masih dalam bentuk fisik lembaran, sehingga susah untuk merawat.
HASIL
Untuk hasil dari bisnis tersebut diatas, tidak aku sebutkan disini, karena itukan tergantung dari kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas ku.
heheheheheyah begitulah gambaran bisnis offline yang baru aku dapat, emang ga saya ungkapkan dengan obyektif, tapi subyektif semata.
PERINGATAN!!
tulisan ini dibuat tanpa pertanggungjawaban, tanpa metode pembanding yang jelas, tanpa rasio tersurvey yang memenuhi standar minimal, dan masih banyak tanpa-tanpa yang lain.
Yang jelas jangan dibuat jadi acuan thesis =)) haha
This quoted article written by Oggix - Juragan Hosting No.1 di Indonesia



Leave a Reply